Ilustrasi berpasang-pasangan
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Saudaraku, hari kedua bernama Senin. Dari bahasa Arab, “Itsnain” yang berarti “dua”. Bila hari pertama (Ahad; minggu) melambangkan ketuhanan sebagai titik awal eksistensial, hari Senin merupakan langkah awal perwujudan nilai ketuhanan dalam kenyataan- kehidupan yang saling berpasangan.

Tuhan berkata, “Karena Aku dikepung ‘sepi’ (ketiadaan), maka Aku ciptakan dunia.” Setelah itu, ketampakan (kemaujudan) menjadi pasangan dari kegaiban. Hidup berkembang dalam hukum mono-dualitas, loro-lorone atunggal (dua yang menyatu): ada-tiada, benar-salah, hitam-putih, siang-malam, terang-gelap, adil-zalim, laki-perempuan, dan berbagai bentuk pasangan lainnya.

Tiada kehidupan yang dapat ditempuh sendirian. Bahkan Tuhan pun sepi sendirian, bagaimana kedirian bisa bertahan dalam tikaman sunyi-sendiri. Kemandirian memang diperlukan, tetapi tidaklah sama dengan kesendirian. Demi kemandirian, individu perlu bermitra dengan yang lain, memadukan perbedaan energi jadi senyawa positif.

Hari senin adalah hari menjalin hubungan berpasangan, membangun dialog saling pengertian, saling gosok mengubah gabah jadi beras, bekerjasama demi mengarungi dan memenangkan kehidupan.

Pasangan itu ibarat besi sembrani; dalam gaya bertolak-belakang saling menarik; menautkan perbedaan jadi harmoni persatuan.

(Yudi Latif, Makrifat Pagi)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Comments

comments