Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Menjaga keharmonisan rumah tangga supaya tetap langgeng dan bahagia bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Memanjakan suami, memuji sang istri, menikmati waktu liburan khusus untuk keluarga dan masih banyak cara yang bisa dilakukan.

Namun ada dilema tersendiri bagi kaum istri. Ancaman perselingkuhan maupun poligami menjadi hal yang amat menakutkan.

Banyak curhatan seorang suami yang mengatakan bahwa istrinya sudah tak cantik lagi setelah sekian lama menikah. Lalu ada juga yang mengatakan bahwa banyak di luar sana yang jauh lebih cantik dari istrinya.

Meskipun istri juga bisa berselingkuh, namun perasaan takut ini lebih dirasakan oleh kaum istri, terlebih yang sudah terbiasa bergantung kepada suami, kekurangan skill, dan kurang berpendidikan.

Memang ada faktor-faktor sosial dan ekonomi yang melatari mengapa perempuan takut berselingkuh. Contohnya anggapan mayoritas masyarakat kita yang menjadikan laki-laki sebagai tulang punggung keluarga, sedangkan istri hanya mengurus urusan domestik saja.

Sehingga seorang suami memiliki perasaan mampu untuk berselingkuh karena kekuatan finansial yang dia punya. Sedangkan istri akan berpikiran kalau nanti cerai bagaimana nasib anak-anak atau nantinya  mau kerja apa,  kan tidak bisa apa-apa apalagi cuman lulusan sekolah menengah atas. Palingan jadi pegawai usaha laundry.

Hal ini juga didukung oleh Kompilasi Hukum Islam tentang kewajiban istri Pasal 8 ayat 1 mengatakan “Kewajiban utama bagi seseorang istri ialah berbakti lahir dan batin kepada suami di dalam yang dibenarkan oleh hukum Islam.”

Hukum ini lebih dibebankan kepada istri karena bertujuan untuk menjaga kerukunan di dalam rumah tangga. Tak heran bukan jika istri melakukan perawatan demi berbakti lahir dan batin kepada suami, menjaga suami agar tidak mendua.

Padahal, yang harus menjaga kerukunan bukan hanya seorang istri saja, namun juga tugas suami. Karena pernikahan bukan hanya tentang satu orang, tapi melibatkan dua orang yakni istri dan suami.

Akhirnya mereka melakukan berbagai cara agar tetap menjaga suami tidak lari ke pelukan orang lain seperti menjaga fisik agar tetap terlihat cantik di mata suami. Menjaga fisik bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, namun hari ini kaum perempuan diserbu oleh iklan-iklan perawatan dari ujung rambut sampai ke telapak  kaki.

Iklan tadi merekonstruksi kecantikan dengan representasi perempuan yang kulit wajahnya kencang tanpa keriput atau perempuan yang berkulit putih bersih tanpa ada selulit di pinggangnya.

Seperti iklan minuman pelangsing we er pe yang dibawakan oleh seorang perempuan berbadan tinggi dan berkulit putih cerah bersinar, berjalan lenggak-lenggok memamerkan pinggangnya yang ramping.

Banyak yang tergiur dengan iklan-iklan tersebut, meskipun harus merogoh kocek dalam-dalam. Padahal cantik itu relatif, cantik itu penilaian subjektif seseorang. Jadi salah kalau kita ikut-ikutan iklan.

Terkadang uang keperluan rumah tangga harus dikurangi agar bisa tetap pergi ke salon. Kalau uang gaji bulanan suami tidak cukup maka sang istri akan protes dengan mengatakan “ya kerja keras dong mas, kalau aku cantik kan kamu juga yang senang”.

Kalau suami tidak memberi juga, maka sang istri harus rela bekerja dua kali, yakni di luar rumah dan di dalam rumah agar punya uang tambahan buat perawatan tubuh. Sungguh ini sesuatu yang amat menggelikan.

Proses penuaan dan perubahan fisik seseorang adalah suatu hal yang alamiah, itu sudah kodrat manusia. Tidak ada suatu obat atau perawatan yang bisa menghentikan laju penuaan, kalau memperlambat mungkin iya.

Tapi itu butuh biaya mahal, padahal kebutuhan rumah tangga itu tidak sedikit. Biaya makan sehari-hari, biaya sekolah anak, beli paket data, belum lagi kalau ingin jalan-jalan. Nantinya malah menimbulkan masalah baru di keluarga karena alasan finansial.

Suami juga manusia, dia bisa menua dan fisiknya akan melemah seiring berjalannya waktu. Hanya saja karena dia memiliki kemampuan independen untuk menghasilkan uang maka dia lebih berani selingkuh.

Kalau istri sudah tidak cantik lagi bukan suatu alasan yang tepat untuk suami diperbolehkan selingkuh atau poligami. Karena seperti yang sudah saya bahas tadi bahwa bukan masalah fisik, tetapi dari hati yang tak puas dan mata yang selalu silau akan keindahan.

Semua akan menua pada waktunya, hanya bagaimana kita bisa menahan nafsu agar rumah tangga tetap langgeng selamanya.[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Comments

comments