Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Dunia ini sudah sedemikian rupa dipenuhi kebencian berbasis identitas ras, warna kulit, golongan, negara, dan agama. Partai-partai politik yang menyuarakan identitas ini memperoleh simpati masa begitu signifikan, beberapa bahkan menang. Amerika, Austria, Inggris, Italia, dan German juga menguat neo-Nazisme. Ini contoh saja. Tak terkecuali dunia kedua dan ketiga, termasuk Indonesia.

Orang-orang yang memperjuangkan persamaan hak, HAM, dan terutama untuk perempuan, sering dianggap musuh yang akan menghancurkan sendi-sendi primordial kepribumian. Inilah persisnya yang dialami oleh seorang Muslim perempuan, anggota parlemen Inggris, yang pernah masuk Kabinet lalu keluar karena tidak setuju pemerintah yang tidak tegas mendukung Palestina.

Adalah Barones Sayeeda Warsi, yang memperjuangkan isu-isu HAM dan perempuan, yang merupakan nilai-nilai fundamental Inggris, tetapi banyak kolega Inggrisnya menganggapnya sebagai musuh dalam selimut. Dianggap menggunakan HAM untuk memperkuat Islam dan mengahancurkan kepribumian Inggris. Pengalaman hidupnya tertuang dalam bukunya “The Enemy Within: A Tale of Muslim Britain”. Review-nya bisa dibaca di: https://www.theguardian.com/…/the-enemy-within-tale-of-musl….

Karena itulah, dia begitu semangat menemui kami, tim KUPI (Badriyah FayumiRuby Kholifah, mba Nana, Prof Azra, dan aku), secara khusus, di Parlemen Inggris, sebelum seminar publik dimulai. Dia mendukung kami, agar Islam di Indonesia, tidak mendiskualifikasi kelompok marjinal, terutama minoritas. Itulah yang dialami dia sekarang. Itulah yang dia perjuangkan sekarang untuk sebuah platform bersama, yang inklusif, damai dan adil. Dan dia merasa KUPI memiliki platform tersebut.

Oleh pihak pengundang, Coventry University, sebuah lembaga bernama RISING yang dipimpin Mike Hardy, KUPI dianggap memiliki modal teologi, kultural, dan sosial untuk sharing Islam Indonesia yang ramah perbedaan, damai dengan berbagai kelompok sosial, juga berpihak pada yang marjinal, terutama perempuan.

Sehingga kami harus mengabarkannya kepada publik Inggris. Agar mereka tidak hanya mengenal Islam Timur Tengah dan Asia Selatan. Ada sekitar 40 orang yang hadir, anggota parlemen, eksekutif, akademisi, dan aktifis. Hadir dengan antusias mendengar dan berdiskusi tentang Islam Indonesia yang diperjuangkan KUPI.

Tentang apa yang kami, KUPI sampaikan di Seminar itu, secara lengkap telah ditranskrip oleh pihak RISING, bisa dikunjungi di sini:: httpsorg/rising-women-ulama/

Untuk dunia yang mulai dilanda kebencian itu, KUPI hadir dengan Islam yang meneguhkan persaudaraan, menebar perdamaian, menggalang persatuan, dan mewujudkan keadilan, terutama dalam relasi laki-laki dan perempuan.

Semoga terwujud. Amin.

Makasih Pak Mike dan Tim Rising, makasih mba Yanti Amran, juga mba Hana A Satriyo atas segala keramahan dan layanan yang diberikan.

Facebook Comments
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.