Puncak HAKTP
Pendidikan Publik pada puncak kampanye 16 Hari HAKTP di IAIN Syekh Nurjati Cirebon,Senin 10 Desember 2018.
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Mubaadalahnews.com,- Para aktivis yang tergabung dalam Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan menggelar puncak Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati, Senin 10 Desember 2018.

Acara tersebut terdiri dari dua agenda besar yakni pendidikan publik berupa seminar dan panggung untuk perempuan. Dalam seminar, para nrasumber memberikan materinya. Mereka adalah Alifatul Arifiati dari Fahmina Institute, Andi Lala SK MH dari LP2M IAIN Syekh Nurjati, Dwi Hertati Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon, dan mantan Plt Bupati Cirebon, Hj Selly Andriany Gantina.

Menurut Selly, civitas akademik berpoetensi besar untuk memberikan pendidikan adil gender. Mereka juga bisa memberikan pemahaman tentang kekerasan seksual kepada masyarakat di sekitarnya.

“Pendidikan adil gender dan pemahaman terhadap kekerasan seksual sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi keluarga dan orang-orang terdekat. Banyak kasus kekerasan terjadi pada orang-orang terdekat,” ujarnya.

Selly juga mengatakan, masyarakat Kabupaten Cirebon mendukung penuh agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan.

Salah satu aktivis Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan, Sa’adah mengatakan, di wilayah III, pelaku kekerasan seksual 70-80 % adalah orang terdekat. Bisa ayah kandung, ayah tiri, paman, teman dekat, dan gurunya. Hal ini menyebabkan para korban mengalami ketakutan ketika hendak melapor kepada pihak berwajib.

“Ada relasi timpang antara korban dengan pelaku. Misalnya korban adalah seorang anak. Jika anak ini melapor, ia  merasa takut tidak diberikan hak-haknya. Itu yang sering banyak terjadi sehinga ini tidak bisa masuk pada proses hukum,” kata Sa’adah.

Para aktivis Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan terus berusaha secara konsisten untuk mengedukasi pelajar dan masyarakat agar adil gender. Mereka juga memberikan pemahaman tentang bahaya kekerasan pada perempuan dan anak.

“Pendidikan sangat membantu dalam memberi pengetahuan apa saja macam-macam kekerasan, hak-hak korban, bagaimana cara untuk melaporkan dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara itu, di atas Panggung untuk Perempuan tampil berbagai kreasi di antaranya tari saman yang dipentaskan civitas Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), Jalal and Friends, Teater Awal, Ojol and Friends, KOPRI Unswagati, KOPRI Rayon Anahdhoh, Pojok Graha Cheppy OI, dan senam bersama. (RUL)

Facebook Comments
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.