Kamsun
Muhammad Kamsun Siddiq, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gedangsari, Yogyakarta.
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kalau kelak sudah suami istri

Bagaimana agar serasi dan lestari

Relasi setara tanpa subordinasi

Saling menghargai, berbagi dan mengisi

 

Itulah rupanya hai Mubadalah Cinta

Dibina bersama dalam suka dan duka

Oh tiada kata kecuali I love you

Tunggu apalagi yuk kita ke penghulu

 

Demikianlah petikan lirik lagu Mubadalah Cinta versi dangdut yang baru diciptakan Muhammad Kamsun Siddiq, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gedangsari, Yogyakarta.

Saya bersama tim Mubadalahnews menemui beliau di sela Majelis Mubadalah #1 di di SMK Ma’arif Wonosari, Kec. Gunungkidul, Yogyakarta, 20 Januari 2019 yang lalu. Penasaran dengan cerita di balik pembuatan lagu tersebut.

Beliau menyampaikan lagu itu terinspirasi dari kegiatan Training of Trainer (ToT) yang diadakan Rahima di Depok. Dalam kegiatan itu, mubadalah menjadi salah satu bahasan pokok.

Pak Kamsun merasa materi itu penting untuk disampaikan kepada masyarakat terutama di daerahnya sendiri. Namun, ia ingin menyampaikannya dengan cara yang beda yaitu melalui syair-syair lagu.

Karena menurutnya konsep mubadalah ini tidak mudah untuk disampaikan. Mengingat dalam teorinya sangat banyak dalil-dalil keagamaan. Sementara masyarakat umum apalagi di daerah Gunungkidul masih banyak yang tidak paham.

Kamsun pun meracik pesan-pesan mubadalah lewat syair-syair lagu yang bahasanya sederhana akan lebih mudah diterima bahkan dihafal.

Supaya orang tahu dan paham konsep dari mubaadalah itu sendiri yaitu konsep relasi setara, sakinah, mawadah, warahmah, dan  Kekeresanan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Pak Kamsun mengaku, membuat lagu Mubadalah Cinta membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Mulai dari mengarang melodi sampai pada liriknya. Tetapi dalam waktu dua minggu, Kamsun berhasil menyelesaikan lagu tersebut.

Mubadalah Cinta ternyata bukan karya pertamanya. Kamsun sudah membuat beberapa lagu dangdut seperti Ayo Tunda Usia Menikah yang disingkat Ayunda si Menik. Lagu tersbut dijadikan lagu mars Kecamatan Gedangsari.

Pesan baik dari setiap lagu harus masuk. Walaupun kata-katanya tidak harus jelas tetapi maknanya sampai ke dalam hati masyarakat.

Dalam lagu Mubadalah Cinta, kata-kata dalam liriknya memang sangat sederhana. Sehingga siapa saja bisa cepat hafal lirik lagu tersebut. Termasuk saya yang sebenarnya tidak terlalu suka musik dangdut.

Selain itu, kita juga  bisa menyebarkan kebaikan-kebaikan tentang relasi adil setara dalam kehidupan berumah tangga kepada teman, keluarga, tetangga dan masyarakat luas lewat sebuah lagu sederhana ini.

Sehingga kita bisa mengelola pernikahan dengan adil, serta menjaga keutuhan keluarga dalam keadaan apapun. Itulah rupanya hai Mubadalah Cinta, dibina bersama dalam suka duka.[]

Facebook Comments
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.